Refleksi Dari Hikmah Dan Pesan Budpekerti Puasa Ramadhan

Ibadah puasa sebagaimana ibadah-ibadah yang telah diwajibkan dalam Islam merupakan salah satu upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Selain itu, semua ibadah yang kita lakukan merupakan riyadlah untuk pendidikan moral atau budbahasa terpuji. Bahkan begitu mulianya pesan moral dalam ibadah, hingga Rasulullah SAW. menilai harga suatu ibadah itu dilihat dari sejauh mana pelaksanaannya sanggup membentuk sikap, sikap dan watak yang mencerminkan akhlakul karimah.
ibadah yang telah diwajibkan dalam Islam merupakan salah satu upaya mendekatkan diri  Refleksi dari Hikmah dan Pesan Moral Puasa Ramadhan
Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW. bersabda;
(كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوْعَ وَالْعَطَشَ (الحديث 
Artinya: "Banyak sekali orang yang berpuasa tetapi tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga". (Al Hadis).

Seseorang bisa saja melaksanakan ibadah puasa. Dia sanggup mematuhi seluruh syarat rukunnya berdasarkan ketentuan fiqih, tetapi ia tidak sanggup mewujudkan pesan moral puasa. Lalu, apa yang menjadi pesan moral ibada puasa itu?.

Pesan moral puasa yang utama adalah; larangan memakan makanan yang haram. Bahkan memakan makanan yang halalpun tidak boleh dimakan sebelum tiba waktu berbuka. Makara jangan sembarangan makan, kita mesti memperhatikan apa yang akan kita makan. Kendati faktanya banyak sekali warung-warung makan yang tetap membuka di siang hari pada bulan puasa, sebisa mungkin kita jangan hingga terpengaruh untuk sekedar menuruti hawa nafsu ikut-ikutan makan.

Pesan moral puasa juga sanggup kita fahami dari hukuman yang diberikan olah Allah terhadap orang yang puasanya cacat, atau batal, atau melaksanakan hal-hal yang terlarang secara fiqih, yaitu membayar fidyah. Misalnya, orang sakit yang tidak cita-cita untuk sembuh, boleh tidak berpuasa dengan kewajiban membayar fidyah, yaitu memberi makanan kepada fkir miskin.

Baca juga 5 Kriteria Dispensasi Puasa Ramadhan Sesuai Al-Qur'an dan Hadis

Dari sisi ini sanggup dipahami bahwa puasa mendidik kita biar mempunyai kepedulian untuk menyantuni fakir miskin, membantu dan meringankan beban mereka.

Hidup di zaman milenial ini, sering kita jumpai gaya hidup orang yang selalu dikejar-kejar hidup mewah, bersenang-senang, berfoya-foya (konsumtivisme) dan dikejar-kejar untuk meningkatkan status sosial. Lantaran itu semua, banyak orang yang lupa diri dan tidak jarang berani memakan hak orang lain, sehingga menjadi hewan pemakan segala (omnivora) tanpa memperhatikan halal dan haram.

Disamping itu banyak yang kurang memperhatikan kehidupan masyarakat sekitarnya (bersifat indivualisme), terutama terhadap kaum dhuafa (yang lemah). Ibadah puasa disyariatkan dalam rangka menidik insan biar berakhlak mulia, berjiwa luhur, suci, berwatak dan berkepribadian luhur, sehingga tercipta kehidupan yang sehat dan sejahtera lahir batin, baik secara langsung (individu) maupun kemasyarakatan (kolektif).

Pesan moral puasa harus benar-benar kita fahami dan refleksikan dalam kehidupan kita sebab sangat penting untuk membangun kualitas kehidupan kita mendatang.

Baca 4 Dasar Problematika Puasa Ramadhan sebelum Anda benar-benar menerapkan amal puasa dengan baik dan benar.

Seperti kita maklumi bahwa ibadah puasa merupaka salah satu ibadah yang penting dan mengandung pesan yang tersirat yang begitu banyak, baik untuk diri sendiri maupun bagi masyarakat, antara lain;
  1. Puasa sanggup meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. sebab dalam puasa ramadhan banyak sekali kesempatan untuk menambah ibadah, ibarat membaca Al-Qur'an, shalat tarawih, shalat witir, berzakat dan lain-lain.
  2. Puasa mendidik insan biar terbiasa mengendalikan hawa nafsu, bukan untuk menghancurkannya, banyak sekali macam latihan mental ditempakan dikala puasa. Ia mendidik insan berjiwa besar, sanggup mengatasi segala macam kesulitan dan cobaan hidup. Ia juga sanggup menumbuhkan sifat sabar dan tawakal, sehingga bisa mengahadapi penderitaan dan tidak gampang berputus asa.
  3. Puasa mendidik insan berakhlak mulia, teguh memegang amanah, jujur dan disiplin. Di tempat-tempat sunyi tidak seorangpun yang melihat, dalam keadaan haus, lapar dan dahaga, orang yang berpuasa tidak akan membatalkan puasanya sebab merasa yakin bahwa perbuatannya itu selalu diperhatikan dan dipantau oleh Allah SWT.
  4. Rasa lapar dan dahaga akhir puasa mendidik seseorang untuk sanggup mencicipi penderitaan fuqara' dan masakin, sehingga tumbuh sifat kasih sayang, saling mengasihi, saling menyayangi, dermawan, yang sanggup memperkuat tali persaudaraan, solidaritas dan persatuan di antara sesama muslim.
  5. Dari segi kesehatan, ternyata puasa sangat mempunyai kegunaan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Dengan menahan nafsu makan, minum dan lain-lain secara berlebihan sangat efektif bagi pertahanan badan dari segala bentuk penyakit.
  6. Puasa juga sanggup mendorong seseorang pandai bersyukur atas rahmat dan nikmat Allah SWT. sebab salah satu tanda orang yang bersyukur yaitu dengan tulus melaksanakan semua perintah Allah dan rela meninggalkan semua yang dilarang-Nya, kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi serta situasi apapun.
Dengan cara memahami pesan yang tersirat dan pesan moral puasa Ramadhan secara baik maka kita diperlukan untuk bisa merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari meskipun bulan Ramadhan telah meninggalkan kita.

0 Response to "Refleksi Dari Hikmah Dan Pesan Budpekerti Puasa Ramadhan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[CloseKlik 2X]==
 photo lineviral_1.png