Penting Tahu Aksara Siswa Biar Dapat Mendidik Dengan Baik

Penting Tahu Karakter Siswa Supaya Bisa Mendidik Dengan Baik Penting Tahu Karakter Siswa Supaya Bisa Mendidik Dengan Baik

Karena goresan pena bebas ini mungkin saja menciptakan salah satu pihak merasa tidak bahagia sebelumnya ijinkan saya mohon maaf, serta dalam tuisan ini saya sengaja tidak mencantunkan sumber link rujukan semata hanya untuk menjaga privasi.

Melihat banyaknya permasalahan yang di posting oleh guru dalam lembaga media umum terutama pada forum-forum guru ihwal kenakalan siswa, tidak sedikit guru yang mendiskriminasi anak sebagai sumber utama objek kesalahan tanpa harus mengkaji penyebab dari semua bentuk kesalahan anak tersebut. Sisi lain, adanya tuntutan dan tekanan dari pemerintah menciptakan guru tidak fokus untuk membimbing siswa dengan baik. Guru kini lebih fokus pada contoh pengajaran 24 jam daripada contoh pendidikan abjad siswa. Ini meupakan dampak dari sasaran profesionalisme yang berbentuk sertifikasi, dengan adanya pertolongan dari pemerintah guru lebih mementingkan manajemen yang menunjang kesejahteraan hidupnya secara duniawi daripada kesejahteraan hidup siswa secara ukhrawi.

Diakui ataupun tidak, dibantah ataupun tidak tetapi yang terjadi ialah bahwa guru sering mengeluhkan ihwal banyak sekali pertolongan dan manajemen lainnya yang tidak kunjung kelar. Imbasnya ialah anak didik. Siswa melaksanakan tindakan salah guru merasa geram dan pribadi menghukum tanpa melalui kompromi, menyalahkan anak, menyalahkan orangtua, menyalahkan pemerintah.

Tuntutan pemerintah yang mencanangkan pendidikan abjad belum bisa 100 persen di konsumsi oleh guru. Buktinya guru masih menuntut honor yang lebih tinggi terhadap pemerintah. Ini artinya kiprah utama guru yang katanya "ikhlas mendidik" menjadi kabur sehingga imbasnya lagi-lagi anak didik yang menjadi korban.

Banyak sekali meme yang bermunculan menyerupai kata berikut "Guru mendidik moral siswa di bayar murah sedangkan artis merusak moral siswa di bayar mahal". "Siswa arif orang bau tanah populer Siswa nakal guru kena pasal". Ini bersama-sama ironis menyamakan pekerjaan guru dengan artis. Ujung-ujungnya guru secara tidak pribadi menyalahkan siswa yang "nakal", orangtua, bahkan menyalahkan pemerintah.

Jika berbicara sebuah tanggung jawab seorang guru memang sangat besar, menididik, mengajar, membimbing hingga menjadi insan yang sempurna. Namun yang perlu di garis bawahi tujuan pokok menjadi seorang guru bukanlah mendapatkan honor yang sangat besar. Oleh akhirnya mari kita lihat tujuan kita menjadi guru. Jika Anda merasa berat menjadi guru dengan honor yang kecil lebih baik mencari pekerjaan lain yang bisa menunjang kesejahteraan hidup Anda. Sehingga ketika kita kembali pada fitrah guru kita tidak akan pernah menuntut meskipun penyebabnya ialah "siswa nakal" sekalipun.

Baiklah, saya sudah bercermin dari permasalahan diatas tersebut dan saya tidak mau membahas lebih panjang lagi alasannya ialah saya yakin akan menambah kebencian di hati seorang guru, bagaimana pun juga insan tidak ingin disalahkan. Mari kita mulai pada diri masing-masing. Jangan takut tidak makan alasannya ialah pertolongan tidak keluar tetapi takutlah pada tanggung jawab guru di akherat kelak.

Seperti yang saya tulis pada judul diatas pentingnya mengetahui abjad siswa biar guru bisa mendidik dan membimbing dengan baik, maka seorang guru harus benar-benar tahu abjad dari setiap siswanya. Ini saya tekankan alasannya ialah melihat banyaknya guru mencicipi dampak dari kenakalan siswanya menyerupai uraian diatas. -Bagaimana mungkin guru bisa menjustifikasi anak bila ia tidak tahu abjad anak-.

Yang menjadi keganjilan disini ialah tidak semua guru mengetahui abjad siswanya dengan baik, bahkan guru BP/BK pun hanya 10% yang benar-benar mengetahui abjad anak didiknya. Nah, alangkah baiknya ketika seorang guru bisa mengenali abjad siswanya meskipun hanya sederhana, ini kan membantu proses guru dalam menjalankan tugasnya membimbing, mendidik, mengajar.

Tanpa melalui tes psikologi yang berbelit-belit sebanarnya guru sudah bisa mengenali abjad siswanya melalui kebiasaan siswa;
  1. Cara berpakaian siswa
  2. Cara berbicara siswa
  3. Tingah laris siswa
  4. Cara berpikir siswa
Mari kita uraikan satu persatu melihat abjad siswa secara sederhana melalui sopan santun kebiasaan siswa tersebut.

1. Melihat abjad siswa melalui cara berpakaiannya dan solusi mengarahkannya

Saya teringat akan pepatah dari guru kita Ki Hajar Dewantara "Ajining sosiro ono ing busono" Manusia akan bermartabat ketika bisa berpakaian dengan baik. Kita tahu bahwa sekolah memberi aturan yang terperinci ihwal kerapian. Namun kenyataannya tidak semua siswa mengikutinya dengan baik. Ada siswa yang senantiasa merapikan diri dengan selalu memasukkan pakaiannya sesuai dengan peraturan sekolah. Sisi lain ada juga siswa yang menunggu teguran dari guru, gres merapikan pakaiannya.

Dari dua hal ini kita sudah bisa melihat perbedaan abjad siswa tersebut. Tentu yang menjadi sorotan problem ialah siswa yang tidak mau merapikan pakaiannya sesuai dengan peraturan sekolah. Lantas apakah guru harus menghukum, menempeleng, membentak, dst., dikarenakan sudah bosan menasehati siswa tersebut. Jika hal tersebut dilakukan maka guru tersebut benar-benar tidak mengetahui abjad anak itu.

Perlu diketahui sikap siswa kurang menjaga kerapian di sekolah dipengaruhi dari banyak sekali faktor. Hal ini alasannya ialah siswa berasal dari banyak sekali latar belakang kehidupan sosial, ekonomi maupun derajat pendidikan orang tuanya. Faktor –faktor tersebut diantaranya adalah:
  • Sekolah kurang menerapkan sikap kerapian berpakaian. Sekolah yang kurang menerapkan kerapian berpakaian, maka siswa biasanya kurang bertanggung jawab alasannya ialah siswa menganggap tidak melaksanakan kiprah di sekolah tidak dikenakan sanksi, tidak dimarahi guru.
  • Teman bergaul. Anak yang bergaul dengan anak yang kurang baik perilakunya akan kuat terhadap anak yang diajaknya berintraksi sehari hari.
  • Cara hidup di lingkungan siswa tinggal. Siswa yang tinggal di lingkungan hidup yang kurang baik, maka siswa akan cenderung bersikap dan berperilaku kurang baik pula. 
  • Sikap orang tua. Anak yang dimanjakan oleh orang tuanya akan cendrung kurang bertanggung jawab dan takut menghadapi tantangan dan kesulitan kesulitan, begitu pula sebaliknya anak yang sikap orang tuanya otoriter, maka anak akan menjadi penakut dan tidak berani mengambil keputusan dalam bertindak.
  • Keharmonisan keluarga. Siswa yang tumbuh dikeluarga yang kurang serasi (broken home) biasanya akan selalu mengganggu sobat dan sikapnya kurang disiplin serta terkesan hirau dengan dirinya sendiri terutama kerapian berpakaian.
  • Latar belakang kebiasan dan budaya. Budaya dan tingkat pendidikan orang tuanya akan kuat terhadap sikap dan sikap anak. Anak yang hidup dikeluarga yang baik dan tingkat pendidikan orang tunya anggun maka anak akan cenderung berperilaku yang baik pula.
Kerapian berpakaian dirasa berperan penting dalam pendidikan. Karena pendidikan bukan hanya mencetak siswa berprestasi dalam bidang akademik, melainkan juga sebagai wadah pengembangan
potensi dan kepribadian siswa. Disuatu sekolah tanpa adanya kerapian berpakaian akan mengganggu kenyamanan penerima didik dalam belajar.

Dalam rangka meningkatkan kerapian dan rasa tanggung jawab siswa di sekolah, seorang guru harus menyatakan peraturan dan konsekuensinya bila siswa melanggarnya, konsekuensi ini dilakukan secara bertahap dimulai dari peringatan, teguran, memberi tanda cek pada Kartu Disiplin siswa, disuruh menghadap ke wali kelas, guru BP/BK, Kepala Sekolah atau dilaporkan kepada orang tuanya ihwal pelanggaran yang dilakukannya di sekolah.

Pertanyaannya ialah apakah konsekwensi sedikit demi sedikit ini sudah dijalankan dengan benar!. Jika jawabnya terlalu ribet berarti gurulah yang merusak siswa itu sendiri tanpa sadar.

2. Melihat abjad siswa melalui cara berbicara dan solusi mengarahkannya

:Ajining dhiri ono ing keda'ing lathi". Sama halnya uraian diatas Gaya bicara seseorang pun bisa juga digunakan untuk mengetahui karakternya. Tentu hal ini akan sedikit lebih sulit alasannya ialah ada banyak sekali macam dialek bahasa kesehariannya akan tetapi batasannya ialah ucapan yang baik dan ucapan yang buruk. Semua guru mengharapkan siswanya berbicara yang baik. Solusinya ialah guru sebagai teladan yang baik maka ketika memberikan sesuatu harus dengan bahasa yang baik.

Yang salah ialah terkadang guru tanpa sadar membentak anak yang mengucapkan kata-kata yang salah. Dan ini sudah menambah rujukan satu abjad kapada siswa. Siswa yang berbicara keras akan semakin keras, siswa yang tadinya berbicara halus akan memalsukan berbicara keras. Apapun gaya bicara siswa ketika guru bisa memberi teladan dengan gaya bicara yang anggun dan baik maka siswa akan merasa segan untuk berbicara yang keras.

3. Melihat abjad siswa melalui tingkah laris kesehariannya dan solusi mengarahkannya

Perhatikan Tingkah Laku Siswa. Untuk pertama kali perhatikan saja tingkah laris anak didik kita dalam acara sehari-harinya menyerupai apa dalam lingkungn sekolah, kalau perlu lingkungan rumahnya menyerupai apa juga kita pelajari. terkadang sikap di sekolah dan di rumah dari anak didik kita bertolak belakang. mungkin di rumahnya pendiam tapi di sekolah  bandel, atau sebaliknya. Banyak faktor yang menyebabkan mereka mempunyai dua abjad seperi yang saya uraikan diatas.

Guru harus mempunyai ruang waktu terhadak anak didiknya untuk mengenal lebih dekat. Solusinya lakukan komunikasi pendekatan secara persuasif. Setelah kita perhatikan dengan baik-baik jangan kita pribadi judge atau menyimpulkan sembarang sikap dari siswa-siswa kita, tapi kita perlu tahu juga secara intern apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, apa yang mereka inginkan.

4. Melihat abjad siswa melalui cara berpikirnya dan solusi mengarahkannya

Sejalan dengan pemikiran enggunsyihabudieninfo.blogspot.co.id saya tulis kembali alasannya ialah saya rasa ada manfaatnya. Ikuti Jalan Pikirannya. Mungkin agak absurd dengan tips yang ini tapi bisa juga menjadi solusi untuk mengetahui abjad para siswa kita, pada ketika kita berbincang-bincang dengan salah satu anak didik kita bila kita ingin mengetahui abjad yang bersama-sama dari anak tersebut, ikuti saja dulu apa yang ia ingin bicarakan, anggaplah kita ini sebagai pendngar yang baik, dari pembicaraanya niscaya mengarah ihwal kperibadiannya, jadi secara tidak pribadi kita bisa tahu apa yang bersama-sama ia pikirkan dan apa apa yang ia inginkan, dan dari pembicaraan itu juga kita bisa lebih mengenal secara internal "ternyata anak ini begini" "ternyata anak ini begitu".

Banyak manfaat yang sanggup dipetik bila seorang guru bisa mengenal kepribadian dan abjad siswanya dengan baik. Beberapa manfaat tersebut ialah :

Mengenal dan memahami abjad penerima didik, menawarkan manfaat yang banyak baik bagi penerima didik sendiri maupun bagi guru yang berperan mendampingi mereka. Bagi penerima didik, mereka akan menerima pelayanan prima, perlakuan yang adil, tidak ada diskriminasi, mencicipi bimbingan yang maksimal dan menuntaskan problem anak didik dengan memperhatikan karakternya.

Bagi guru, manfaat mengenal dan memahami abjad penerima didik ialah guru akan sanggup memetakan kondisi penerima didik sesuai dengan karakternya masing-masing. Guru sanggup menawarkan pelayanan prima dan memberi kiprah sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan penerima didiknya. Dengan demikian guru sanggup membuatkan potensi yang dimiliki mereka berupa minat, talenta dan kegemarannya dan berusaha menekan potensi negatif yang mungkin muncul dari abjad anak didik yang tidak baik yang dimilikinya.
  1. Mengetahui kelebihan yang mereka miliki dan sanggup meningkatkannya
  2. Mendeteksi kelemahan yang mereka miliki dan memperbaikinya
  3. Mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri mereka dan mengoptimalkannya untuk kesuksesan dimasa yang akan datang
  4. Menyadarkan mereka bahwa mereka masih mempunyai banyak kekurangan sehingga pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain
  5. Dapat mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok untuk mereka dimasa akan tiba sesuai dengan kepribadian dan abjad mereka sehingga kita sanggup mengarahkannya menjadi lebih baik
  6. Mengenal diri sendiri sanggup membantu anak didik untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam banyak sekali situasi
  7. Mengenal kepribadian (personality) diri sanggup membantu mereka mendapatkan dengan tulus segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri, sekaligus bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan orang lain.
Dengan memahami dan mengetahi abjad siswanya maka proses berguru mengajar sanggup lebih dioptimalkan. Guru tidak akan lekas marah-marah alasannya ialah hanya kesalahan kecil yang dilakukan oleh siswa.

0 Response to "Penting Tahu Aksara Siswa Biar Dapat Mendidik Dengan Baik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close